Rabu, 01 April 2009

Menunggu Membatu

Menunggu Membatu

Ditengah deru gemuruh mesin
Yang melewati dengan penuh acuh
Aku termangu !
Ditengah Belantara kota
Didalamnya riuh gelombang
Aku Menunggu
Ketertungguan ini memaksaku
Diam dan Membatu
Hanya goresan pena mewakili kata
Yang terus menari menyuarakan hati
Diatas lembaran yang tengah kutatapi
Aku masih menunggu
Kapankah engkau kan datang ?

Jogja, 7 Maret 2005

Soneta Biru

Soneta Biru

Luruh rinai gerimis mengiring
Desah nafas merindu
Datang, datanglah !
Aku merindumu !
Jangan biarkan aku terus sendiri
Lihatlah rembulan jingga
Menanti kita di peraduan
Lepaslah rindu,
Luruh bersama rinai gerimis yang usai
Biarkan rembulan menerangi
Langkah kita menuju peraduan
Dalam jarak dan waktu yang memisah
Aku merindumu
Sangat !

Februari, 2005

Awan Jingga

Awan Jingga


Awan Jingga di kala pagi,
Adalah penyemangat tuk hadapi hari.
Awan Jingga di kala senja,
Adalah penghibur tuk jiwa yang papa.

Dan aku adalah keduanya…
Yang akan selalu setia
Menyemangati dan menghibur dirimu
Di kala pagi dan senja…
Hingga malam tiba tuk membuaimu sesaat
Dengan selimut pekatnya.

Pejamkanlah mata lelahmu sejenak
Aku akan setia menanti
Hingga engkau kembali terjaga.

Berakhir Dengan "I"

Berakhir Dengan “I”

Just like another day…..
Hari-hariku berlalu tanpa berarti.
Saat ingin berbagi rasa,
tak ada seseorang disisi untuk kubagi.
Ah…aku kembali sendiri tuk jalani hari,
hasrat untuk berbagi pun kembali kusimpan didalam hati.
Sebaiknya kunikmati saja kesendirian ini.

Dua sosok yang sempat bersemayam di hati
Pun sepertinya enggan kembali
Meskipun kadang datang menghantui.

Kemarin sempat datang sesosok yang menggoda hati,
Namun aku belum berani untuk membuka hati kembali.
Pedih yang menoreh hati masih sering kurasa datang dan pergi.
Aku tak ingin terluka lagi atau melukai lagi.
Mungkin memang lebih baik aku sendiri dan menikmati.
Biarlah mereka datang dan pergi.


11:11 menjelang dini hari
22-03-2009

Sabtu, 11 Oktober 2008

Kala Senja dan Aku


Kala Senja dan Aku


Sore yang sepi…….
Kala hujan usai menderai
Aroma tanah menyapa rongga
Ah…
Aku rindu bau ini….

Rinai hujan membasuh tubuh
Hapus peluh dan linang air mata
Saat badai menerpa jiwa
Aku butuh itu….

Harap mentari senja datang
Cerahkan hati usai badai
Hangatkan kembali jiwa yang beku
Aku nanti hadirmu…..

Selamat datang malam
Selimuti aku dengan kelam
Tenangkanku dalam gelapmu
Aku inginkanmu…

Sabtu, 27 September 2008

Menjelang Lebaran

Sudah dua lebaran ini saya tidak mengalami yang namanya mudik. Dua tahun sebelumnya,..meskipun mudik saya melawan arus..(Kalau orang lain dari Jakarta, saya malah ke Jakarta) masih bisa kurasakan suasana arus mudik itu. Sebuah 'fenomena' yang luar biasa menurut saya suasana mudik lebaran itu. Bagaimana tidak? dengan kondisi kenyamanan yang kalau saya nilai jauh dari nyaman(dalam berkendara) Mereka(para pemudik) tetap 'keukeh' bahkan nekad berdesak-desakan agar bisa sampai ke kampung halaman mereka hanya untuk bersilaturahmi dengan sejawat disana.
Lebaran memang merupakan saat untuk saling memaafkan dan saya merasa kesalahan yang banyak terjadi adalah saat kita selama hampir setahun berinteraksi dengan orang-orang disekeliling kita, ditempat yang kita tinggali, dan bukan di kampung halaman kita. Namun mengapa disaat moment untuk saling memaafkan itu tiba, kita malah melarikan diri kekampung halaman kita. Bukan kah jika hanya ingin bertemu dengan sejawat lama dan sanak keluarga disana, bisa kita lakukan pada hari-hari lain dan bukan saat lebaran.
Yang tidak saya pungkiri dari fenomena mudik ini adalah nilai kekeluargaan kita ternyata begitu hebatnya. Lihat saja, hampir semua pemudik berbondong-bondong, dan rela berdesak-desakan didalam Bus atau Kerata api hanya untuk satu tujuan; bertemu keluarga dikampung halaman.
Dan saya pun pernah mengalaminya...untungnya...saya melawan arus itu sehingga tidak perlu berdesak-desakan seperti mereka.
Satu hal yang biasanya terjadi menjelang lebaran, dan selalu saya nikmati saat-saat itu adalah....
Jakarta Lengang....tak ada kemacetan, meskipun hanya untuk beberapa hari saja.

Jumat, 26 September 2008

Gw kangen tempat ini.....